GUr7GfroTUr9GpzlGfr5GUAiGY==

Odong-Odong Politik yang Bikin Publik Tersenyum, Soppeng Kembali Mengenang Sosok “Fung Aji Dulli”


BIDIK KASUS.ID
, Soppeng
— Pemandangan tak biasa namun penuh makna tersaji dalam agenda konsolidasi Partai Golkar di Kabupaten Soppeng. Di tengah ramainya kedatangan tokoh dan petinggi partai, perhatian masyarakat justru tertuju pada satu momen sederhana: Ketua Golkar Soppeng terlihat mengemudikan sendiri odong-odong untuk mengantar para petinggi menuju lokasi kegiatan.

Momen itu langsung menyebar dari mulut ke mulut. Warung kopi, sudut pasar, hingga tongkrongan warga mendadak ramai membahas suasana yang dinilai unik, hangat, dan penuh nuansa kekeluargaan.

Banyak masyarakat mengaku spontan teringat pada gaya kepemimpinan H. Andi Kaswadi Razak atau yang akrab disapa “Fung Aji Dulli”, sosok yang selama ini dikenal dekat dengan rakyat tanpa sekat jabatan, kasta, maupun strata sosial.

“Jarang ada suasana politik seperti ini. Tidak kaku, tidak berjarak. Justru terasa seperti pesta rakyat,” ujar seorang warga sambil tersenyum.

Odong-odong yang biasanya identik dengan hiburan rakyat dan tawa anak-anak mendadak berubah menjadi simbol kedekatan sosial dan kesederhanaan seorang pemimpin. Gelak tawa warga pecah saat iring-iringan itu melintas, sementara para peserta tampak menikmati suasana santai yang jauh dari kesan formal berlebihan.

Di berbagai warung kopi, nostalgia lama pun kembali hidup. Banyak warga mengenang masa-masa ketika pemimpin dianggap mudah ditemui, mau duduk bersama masyarakat kecil, dan tidak menjaga jarak dengan rakyat.

“Yang masyarakat rindukan sebenarnya bukan sekadar jabatan atau kekuasaan, tapi rasa dekat dan dihargai. Itu yang dulu terasa,” kata seorang tokoh masyarakat.

Suasana tersebut juga dinilai memberi pesan bahwa politik tidak selalu harus tegang dan penuh sekat. Dalam kesederhanaan, masyarakat justru melihat nilai kebersamaan dan kekuatan sosial yang mampu menyatukan berbagai kalangan.

Tidak sedikit warga yang menyebut momen itu sebagai “politik rasa rakyat”, karena menghadirkan suasana ceria tanpa kehilangan makna kebersamaan.

Konsolidasi yang berlangsung itu akhirnya bukan hanya menjadi agenda internal partai, tetapi juga berubah menjadi ruang nostalgia dan sukacita masyarakat. Di tengah hiruk pikuk dinamika politik, warga Soppeng seolah kembali diingatkan bahwa kepemimpinan yang membumi dan mampu berbaur dengan rakyat akan selalu memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat.

(TIM RED)

Komentar0

Type above and press Enter to search.