BK, Soppeng, Lilirilau – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kabupaten Soppeng melaksanakan kegiatan Sosialisasi Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) di SMP Negeri 6 Lilirilau. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman warga sekolah mengenai pentingnya pendidikan kependudukan sebagai bagian dari upaya membentuk generasi yang berkualitas, berwawasan kependudukan, serta siap menghadapi tantangan pembangunan di masa depan. Sekolah Siaga Kependudukan merupakan program yang mengintegrasikan materi kependudukan ke dalam kegiatan pembelajaran dan budaya sekolah.
Kegiatan sosialisasi diikuti oleh kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, serta perwakilan peserta didik. Pada kesempatan tersebut, tim BKKBN Kabupaten Soppeng memberikan pemahaman mengenai konsep, tujuan, serta tahapan pelaksanaan Sekolah Siaga Kependudukan di lingkungan sekolah.
Dalam tahap pelaksanaan, dilakukan orientasi dan pelatihan guru terkait materi kependudukan dan pembangunan keluarga yang akan diintegrasikan ke dalam berbagai mata pelajaran. Guru diberikan pendampingan dalam menyusun perangkat pembelajaran, termasuk Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang memuat isu-isu kependudukan, seperti bonus demografi, perencanaan kehidupan berkeluarga, kesehatan reproduksi remaja, serta pembangunan keluarga yang berkualitas.
Selain itu, peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai tahapan klasifikasi Sekolah Siaga Kependudukan yang terdiri atas:
1. Klasifikasi Terdaftar, yaitu sekolah yang telah memulai implementasi program SSK.
2. Klasifikasi Dasar, yaitu sekolah yang telah melaksanakan integrasi pendidikan kependudukan dalam kegiatan pembelajaran dan memiliki sarana pendukung.
3. Klasifikasi Paripurna, yaitu tingkat tertinggi bagi sekolah yang telah mengimplementasikan program SSK secara menyeluruh, berkelanjutan, dan menjadi contoh bagi sekolah lainnya.
Dalam implementasinya, Sekolah Siaga Kependudukan di SMP Negeri 6 Lilirilau akan diwujudkan melalui berbagai bentuk kegiatan, yaitu:
1. Intrakurikuler
Integrasi materi kependudukan ke dalam mata pelajaran yang relevan, sehingga peserta didik memperoleh pemahaman mengenai isu-isu kependudukan melalui proses pembelajaran di kelas.
2. Kokurikuler
Pelaksanaan proyek, diskusi, seminar, lomba, dan kegiatan pembelajaran berbasis proyek yang berkaitan dengan kependudukan dan pembangunan keluarga.
3. Ekstrakurikuler
Pengembangan kegiatan organisasi siswa, kelompok GenRe (Generasi Berencana), dan kegiatan lain yang mendukung peningkatan wawasan kependudukan peserta didik.
4. Pojok Kependudukan
Penyediaan ruang atau sudut informasi yang berisi buku, poster, data, dan media pembelajaran tentang kependudukan sebagai sumber belajar bagi peserta didik dan warga sekolah. Pojok Kependudukan merupakan salah satu ciri penting dalam pelaksanaan Sekolah Siaga Kependudukan.
Kepala SMP Negeri 6 Lilirilau menyambut baik kegiatan sosialisasi ini dan menyampaikan komitmen sekolah untuk mendukung penuh implementasi Sekolah Siaga Kependudukan. Diharapkan melalui program ini, peserta didik tidak hanya memiliki prestasi akademik yang baik, tetapi juga memiliki pemahaman yang kuat tentang kependudukan, pembangunan keluarga, serta mampu menjadi generasi yang berencana dan bertanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat.
Melalui sinergi antara BKKBN Kabupaten Soppeng dan SMP Negeri 6 Lilirilau, program Sekolah Siaga Kependudukan diharapkan dapat berjalan secara optimal dan mampu meningkatkan literasi kependudukan bagi seluruh warga sekolah demi mewujudkan generasi emas Indonesia yang berkualitas.


Komentar0