GUr7GfroTUr9GpzlGfr5GUAiGY==

Penyaluran Solar Bersubsidi di SPBU Laballili Soppeng Disorot, Warga Minta APH Turun Tangan


BIDIKKASUS.ID
, Soppeng — Penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar yang diperuntukkan bagi petani di SPBU Laballili, Kecamatan Ganra, Kabupaten Soppeng, menjadi sorotan masyarakat. Pasalnya, muncul dugaan adanya ketidaksesuaian dalam proses pengambilan dan penyaluran solar bersubsidi berdasarkan surat rekomendasi.


Masyarakat meminta aparat penegak hukum (APH) bersama instansi terkait melakukan pemeriksaan dan pengawasan guna memastikan penyaluran BBM bersubsidi benar-benar sesuai ketentuan serta tepat sasaran.


Salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan kepada media ini, pada rabu 26 Agustus 2026,mengungkapkan adanya dugaan pengambilan solar bersubsidi yang tidak dilakukan secara langsung oleh petani yang namanya tercantum dalam surat rekomendasi.


“Seharusnya petani yang mendapatkan surat rekomendasi datang langsung mengambil solar sesuai dengan jumlah yang tertera. Kalau pengambilan dilakukan oleh orang lain, perlu dipastikan kejelasan dan dasar hukumnya agar tidak terjadi penyalahgunaan,” ujar sumber tersebut.


Menurutnya, mekanisme pengambilan BBM bersubsidi perlu diawasi secara ketat, terutama untuk memastikan kesesuaian antara nama penerima rekomendasi, jumlah BBM yang diambil, serta penggunaannya di lapangan.


Masyarakat juga meminta pihak yang menerbitkan surat rekomendasi memberikan instruksi tegas kepada petani penerima agar pengambilan solar dilakukan secara langsung ke SPBU dengan membawa jeriken sesuai jumlah yang tercantum dalam surat rekomendasi.


Selain itu, Dinas Pertanian selaku instansi yang menerbitkan rekomendasi diharapkan melakukan verifikasi terhadap kelompok tani penerima manfaat. Verifikasi tersebut dinilai penting untuk memastikan bahwa kelompok tani yang memperoleh rekomendasi memang memiliki kebutuhan terhadap solar bersubsidi sesuai peruntukannya.


“Jangan sampai rekomendasi hanya sebatas administrasi. Perlu dilakukan pengecekan lokasi dan kegiatan kelompok tani yang menerima rekomendasi agar penggunaan solar bersubsidi benar-benar jelas,” harap warga tersebut.


Sumber tersebut juga menduga adanya potensi pengalihan solar bersubsidi yang diperoleh melalui mekanisme rekomendasi ke luar daerah. Namun, dugaan tersebut belum dapat dipastikan dan masih memerlukan pembuktian melalui pemeriksaan serta penelusuran oleh pihak berwenang.


Karena itu, masyarakat berharap APH dan instansi terkait melakukan pengawasan secara menyeluruh, mulai dari proses penerbitan surat rekomendasi, verifikasi penerima manfaat, proses pengambilan di SPBU, hingga penggunaan BBM bersubsidi di lapangan.


Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan dan memastikan solar bersubsidi benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak, khususnya para petani yang membutuhkan BBM untuk kegiatan pertanian.


Hingga berita ini diterbitkan, dugaan tersebut masih sebatas informasi dan keterangan yang disampaikan masyarakat. Media ini masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak SPBU Laballili, instansi penerbit rekomendasi, serta aparat penegak hukum guna memperoleh penjelasan dan informasi berimbang mengenai mekanisme penyaluran solar bersubsidi tersebut.

Berita bersambung.....

(TIM RED)

Komentar0

Type above and press Enter to search.