GUr7GfroTUr9GpzlGfr5GUAiGY==

Bupati Soppeng Tegaskan OPLAH Harus Beri Manfaat Nyata bagi Petani


BK, SOPPENG
— Pemerintah Kabupaten Soppeng terus memperkuat sektor pertanian sebagai salah satu penopang utama perekonomian daerah. Berbagai program optimalisasi lahan didorong agar tidak sekadar meningkatkan luas areal tanam, tetapi benar-benar memberikan manfaat dan dampak nyata bagi kesejahteraan petani.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Koordinasi dan Konsolidasi Pelaksanaan Teknis Kegiatan Optimalisasi Lahan (OPLAH) Wilayah Soppeng Tahun Anggaran 2026 yang digelar di Aula Kantor Gabungan Dinas Kabupaten Soppeng, Kamis (1/10/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah dan pihak terkait dalam memastikan pelaksanaan program OPLAH berjalan sesuai sasaran serta mampu mendukung peningkatan produktivitas pertanian di Kabupaten Soppeng.

Dalam kesempatan itu, juga dilakukan penyerahan bantuan pemerintah secara simbolis untuk program OPLAH Non-Rawa seluas 8.315,58 hektare. Bantuan tersebut diserahkan oleh Kepala Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian Kelas I Makassar, Dr. Rustan Massinai, S.TP., M.Sc., kepada Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, S.E.

Program OPLAH tersebut merupakan bagian dari dukungan pemerintah dalam mengoptimalkan potensi lahan pertanian, memperluas areal tanam, serta meningkatkan produktivitas hasil pertanian.

Bupati Soppeng menekankan agar pelaksanaan program tersebut tidak berhenti pada aspek administratif maupun pembangunan fisik semata. Menurutnya, keberhasilan OPLAH harus dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya para petani sebagai penerima manfaat.

“Yang paling penting adalah bagaimana program ini memberikan manfaat nyata bagi petani. Optimalisasi lahan harus berdampak pada peningkatan produksi, pendapatan dan kesejahteraan masyarakat,” menjadi penekanan dalam pelaksanaan program tersebut.

Ia juga mendorong seluruh pihak yang terlibat agar menjaga koordinasi dan memastikan pelaksanaan OPLAH dilakukan secara tepat sasaran. Dengan pengelolaan yang baik, optimalisasi lahan diharapkan mampu meningkatkan pemanfaatan potensi pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Sementara itu, dukungan program OPLAH Non-Rawa dengan cakupan lahan mencapai 8.315,58 hektare menjadi peluang besar bagi Kabupaten Soppeng untuk meningkatkan produktivitas sektor pertanian.

Pemerintah daerah berharap program tersebut dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, sehingga manfaatnya tidak hanya terlihat pada bertambahnya luas lahan yang produktif, tetapi juga berujung pada peningkatan kesejahteraan petani di Kabupaten Soppeng.

Komentar0

Type above and press Enter to search.