BK, WAJO — Festival Danau Tempe (FDT) 2026 resmi berakhir. Bupati Wajo, Andi Rosman, menutup rangkaian festival yang berlangsung selama kurang lebih dua pekan tersebut di Lapangan Merdeka Sengkang, Senin (5/10/2026) malam.
Penutupan FDT 2026 berlangsung meriah dan dihadiri sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran Pemerintah Kabupaten Wajo, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta masyarakat.
Andi Rosman hadir didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Wajo, Fatmawati Amin. Turut hadir Wakil Bupati Wajo, dr. Baso Rahmanuddin, bersama Wakil Ketua Tim PKK, Andi Hidayati Burhanuddin.
Hadir pula Kapolres Wajo AKBP Douglas Mahendrajaya, Dandim 1406 Wajo Letkol Inf Hariyanto, Ketua DPRD Wajo Firmansyah Perkesi, mewakili Pengadilan Negeri Sengkang Agung Dian Saputra, Sekretaris Pengadilan Agama Sengkang Marzuki Makkah, serta perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Wajo.
Sejumlah anggota DPRD Wajo, kepala OPD, unsur Forkopimca Kecamatan Tempe, serta tamu undangan lainnya juga turut menyaksikan malam penutupan festival yang mengusung tema “Falisu Sumangena Tanah Wajo.”
FDT 2026 sendiri digelar sejak 23 September hingga 5 Oktober 2026. Berbagai kegiatan mewarnai rangkaian festival, mulai dari kegiatan budaya, hiburan, kegiatan kepemudaan hingga kegiatan keagamaan.
Dalam sambutannya, Andi Rosman menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan pelaksanaan Festival Danau Tempe 2026.
Menurutnya, berbagai rangkaian kegiatan yang digelar tidak hanya menjadi ruang hiburan bagi masyarakat, tetapi juga memperkuat kebersamaan sekaligus memberikan dampak positif bagi daerah.
Terlebih, kata dia, pelaksanaan Wajo Bersalawat menjadi salah satu momentum yang memberikan kekuatan emosional dan menghadirkan suasana penuh keberkahan.
“Dengan simbol Yassiwajori, kembali membuktikan bahwa semangat persatuan kita tak bisa dipisahkan. Itulah sebabnya apa yang kita laksanakan hari ini memberi dampak positif kepada seluruh lapisan, khususnya masyarakat Wajo,” ujar Andi Rosman di panggung utama.
Selain memperkuat kebersamaan, FDT 2026 juga dinilai memberikan kontribusi terhadap perputaran ekonomi masyarakat.
Andi Rosman mengungkapkan, berdasarkan laporan panitia, transaksi yang beredar melalui tenant Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) selama pelaksanaan festival mencapai hampir Rp2 miliar.
“Selama kegiatan ini, alhamdulillah uang yang beredar melalui tenant UMKM sebanyak hampir Rp2 miliar,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan FDT 2026 berlangsung dengan aman, tertib dan lancar.
“Alhamdulillah secara keseluruhan berjalan lancar, tertib, khususnya situasi Kamtibmas,” katanya.
Atas keberhasilan tersebut, Bupati Wajo memberikan apresiasi kepada panitia, stakeholder, jajaran pemerintah, organisasi kepemudaan, komunitas, pelaku UMKM, serta seluruh masyarakat Wajo yang telah ikut mengambil bagian dalam menyukseskan festival.
“Terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, jajaran Pemerintah Kabupaten Wajo, serta berbagai pihak yang telah memberikan dukungan, baik moril maupun materil,” tuturnya.
Secara khusus, Andi Rosman juga menyampaikan apresiasi kepada Ketua Kadin Sulsel Andi Iwan Darmawan Aras, Ketua HIPMI Sulsel Andi Amar Ma’ruf Sulaiman, Kadin Kabupaten Wajo, HIPMI Kabupaten Wajo, Karang Taruna Kabupaten Wajo, berbagai organisasi kepemudaan, serta Ikatan Alumni SMAN 2 Sengkang–SMAN 3 Wajo.
Menurutnya, kolaborasi berbagai pihak menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan kegiatan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.
Malam penutupan FDT 2026 kemudian semakin semarak dengan penampilan Ashari Sitaba, pelantun lagu Bugis-Makassar yang belakangan ini viral dan berhasil menghibur masyarakat yang memadati kawasan Lapangan Merdeka Sengkang.
Dengan penampilan tersebut, rangkaian Festival Danau Tempe 2026 secara resmi ditutup.
Andi Samsu Alam

Komentar0