Foto: Arham MSi La Palellung bersama Bupati Sidrap H. Syaharuddin Alrif
Pernyataan tersebut disampaikan Arham setelah secara tidak sengaja bertemu dengan Bupati Sidrap saat menunaikan salat Dzuhur di sebuah masjid dalam perjalanan darat dari Makassar menuju Soppeng.
Menurut Arham, pertemuan sederhana itu justru memberikan kesan yang cukup kuat tentang bagaimana karakter kepemimpinan seorang kepala daerah.
“Saya kebetulan singgah salat Dzuhur dalam perjalanan dari Makassar ke arah Soppeng, dan di masjid yang sama saya bertemu dengan Bupati Sidrap. Pertemuan kami sangat singkat, tetapi dari situ saya melihat kesederhanaan beliau sebagai seorang pemimpin,” ujar Arham.
Sebagai aktivis masyarakat sipil yang lama bergerak dalam isu akuntabilitas publik, Arham menilai dalam kurun waktu sekitar satu tahun terakhir, sejumlah langkah yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Sidrap menunjukkan arah pembangunan yang cukup progresif.
Ia mencontohkan kebijakan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga gabah agar tetap menguntungkan petani. Menurutnya, langkah tersebut sangat penting karena sektor pertanian merupakan tulang punggung ekonomi masyarakat Sidrap.
“Sidrap sejak lama dikenal sebagai salah satu lumbung pangan di Sulawesi Selatan. Ketika pemerintah daerah serius menjaga harga gabah agar petani tetap menikmati hasil panennya, itu berarti pemerintah hadir untuk melindungi ekonomi rakyat,” katanya.
Selain sektor pertanian, Arham juga menilai pembangunan infrastruktur hingga ke desa-desa di Sidrap menunjukkan upaya pemerintah daerah untuk memastikan pembangunan tidak hanya terpusat di kota.
Menurutnya, pembangunan yang menyentuh desa akan berdampak langsung terhadap peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Ketika jalan desa diperbaiki, akses pertanian lancar, distribusi hasil panen lebih mudah, maka yang merasakan manfaatnya adalah masyarakat secara langsung. Di situlah sebenarnya pembangunan itu hidup,” ujarnya.
Arham juga menilai gaya kepemimpinan Bupati Sidrap yang aktif turun ke masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kepercayaan publik. Menurutnya, pemimpin yang sering berada di tengah masyarakat akan lebih memahami persoalan riil yang dihadapi rakyat.
Dalam pertemuan singkat tersebut, Arham mengaku sempat menitipkan pesan kepada Bupati Sidrap agar tetap mempertahankan karakter kepemimpinan yang sederhana dan dekat dengan masyarakat.
“Saya hanya menyampaikan agar beliau tetap menjaga karakter kepemimpinan yang seperti ini. Pemimpin yang sering hadir di tengah masyarakat biasanya lebih cepat menangkap persoalan rakyat dibandingkan pemimpin yang terlalu lama berada di balik meja,” ungkapnya kepada media ini, Jumat (6/3/2026) melalui sambungan telepon.
Lebih jauh, Arham berharap pola kepemimpinan seperti yang ditunjukkan di Sidrap dapat menjadi inspirasi bagi kepala daerah lain di Sulawesi Selatan. Ia mengatakan, masyarakat di berbagai daerah tentu memiliki harapan yang sama, yaitu memiliki pemimpin yang tidak hanya hadir dalam agenda-agenda resmi, tetapi juga benar-benar hadir dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
“Kalau pola kepemimpinan seperti ini terus dijaga, tentu ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain. Minimal bagi daerah-daerah tetangga, termasuk daerah saya sendiri di Soppeng,” ujarnya sambil tersenyum.
Menurut Arham, masyarakat sebenarnya tidak membutuhkan pemimpin yang terlalu jauh dari kehidupan rakyat. Yang diharapkan masyarakat adalah pemimpin yang mudah ditemui, mau mendengar, dan benar-benar memahami kondisi rakyatnya.
“Rakyat tidak terlalu membutuhkan pemimpin yang hanya terlihat dalam acara seremonial atau rapat-rapat resmi. Rakyat lebih menghargai pemimpin yang mau hadir di tengah mereka, bahkan dalam situasi sederhana seperti di masjid atau di warung kopi,” katanya.
Ia menambahkan, kedekatan antara pemimpin dan masyarakat sering kali menjadi faktor yang menentukan keberhasilan pembangunan di suatu daerah.
“Kadang yang membuat rakyat merasa dihargai bukan hanya program besar, tetapi ketika mereka merasa pemimpinnya benar-benar ada di sekitar mereka. Hal-hal sederhana seperti itu sering kali lebih bermakna,” tutup Arham.
Sebagai tokoh masyarakat yang aktif dalam isu pers, advokasi masyarakat sipil, dan gerakan antikorupsi, Arham berharap semakin banyak kepala daerah yang mengedepankan pola kepemimpinan yang dekat dengan masyarakat sehingga pembangunan benar-benar dirasakan oleh rakyat hingga ke desa-desa.
“Karena pada akhirnya, rakyat tidak hanya ingin mendengar pidato tentang pembangunan. Rakyat ingin merasakan bahwa pemimpinnya benar-benar hadir dalam kehidupan mereka,” pungkasnya.*

Komentar0